Srabi Pakujati Sudah Regenerasi

 

Srabi Pakujati Sudah Regenerasi – Setelah itu, siang ini menghadiri serta bertanya kembali, kenapa beda yah yang memasak srabinya, sedang belia serta ku tanyakan, loh ibumya kenapa ga terdapat mba.. dijawab Bunda terdapat di rumah, saat ini aku yang mengambil alih, Bunda esok tolong memasak materi dari aci beras serta kombinasi santan kelapa.

Kuingat kembali gimana triknya ibunya dikala memasak serta meletakkan srabi dal

perlengkapan srabi dengan situasi api sedang menyala, tungku yang disiapkan di kasih kusen bakar serta dibiarkn senantiasa mulad- mulad, pastinya jika tidak trampil serta tidak cekatan ataupun khawatir panas betul nyatanya hendak nampak dari gerakannya, tetapi dikala kulihat langsung nyatanya luar lazim amat cekatan.

Gimana dengan rasanya

Serupa saja antara menikmati srabi 2 tahun yang kemudian dengan saat ini meski telah alih angkatan, maksudnya tidak kurangi rasa serta empuknya srabi pakujati, tercantum enak serta manis maklum dikasih gula merah yang telah dicampur dikala dimasak, jadinya corak merah serta putih berpadu.

Hari ini dikala bertamu ke Dusun Kedungoleng, kemudian sebab waktunya sedang siang, disempatkan kaum singgah dahulu ke srabi pakujati, maklum nyaris 2 tahun yang kemudian belum luang ke santapan kuliner khas ini.

Kompasianer KBC- 26 Vera shinta sempat menulis srabi pakujati pada tahun 2020 persisnya pada 11 April 2020, kesanku senantiasa terkenang dengan posisi tungku srabi serta dikala itu yang memasak srabi merupakan Bunda Khodijah asli dari Banyumas tetapi saat ini jadi masyarakat Pakujati Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

 

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *