Inilah Tampilan Mi Instan Pertama di Dunia, Makanan Zaman Penjajahan

Inilah Tampilan Mi Instan Pertama di Dunia, Makanan Zaman Penjajahan

Mi instan merupakan makanan yang digemari banyak orang —bahkan begitu disukai oleh Putri Kerajaan Arab Saudi, Princess Jauhara. Saat pertemuan di Kantor KJRI Jeddah, Arab Saudi, Princess Jauhara mengungkap minatnya untuk berinvestasi di Indonesia kepada Konsul Jenderal RI.

Mengutip info formal KJRI Jeddah, Princess Jauhara bahkan sampai berharap KJRI Jeddah untuk menggelar pameran kuliner khas Indonesia di Arab Saudi —guna menyalurkan kegemarannya pada mi instan.
Minat akan makanan praktis seperti mi instan ini sesungguhnya sudah jadi sejak lama. Bagaimana tidak? Kamu cuma wajib memasak kurang lebih 3 menit, lantas sudah dapat nikmati makanan enak yang sudah pasti memenuhi keinginan laparmu. Tapi, seperti apakah penampilan mi instan yang pertama ada di dunia?
Mengutip South China Morning Post, pada 1958 Momofuku Ando, pemilik dan pendiri perusahaan Nissin menciptakan mi instan untuk pertama kalinya. Mi instan pertama di dunia ini mempunyai usia simpan lebih lama dari mi beku, dan pada saat itu dijual bersama harga 35 yen.

Momofuku mengembangkan sendiri seluruh prosesnya —mulai dari pembuatan mi, pengukusan, meracik bahan penyedap, sampai mengeringkan mi dalam minyak panas (proses yang sekarang dikenal sebagai flash frying). Pembeli dapat segera menyantap mi cuma dalam saat 2-3 menit setelah menambahkan air mendidih. Mi instan pertama, Chikin Ramen Nissin, segera menggapai kepopulerannya karena diakui sebagai barang baru.
Inspirasi Momofuku saat menciptakan mi instan
Uniknya, banyak faktor sosial ekonomi dan politik yang membuat penemuan mi instan —kembali ke saat jaman pasca perang. Lebih tepatnya, kelebihan pasokan gandum oleh Amerika Serikat setelah Perang Dunia II jadi tidak benar satu faktor ekonomi yang berdampak besar pada budaya pangan di Korea, Taiwan, dan Jepang.
Pada tahun 1953 dan 1954, AS membuahkan gandum yang amat melimpah. Begitu pula, pada tahun-tahun awal pasca perang, surplus hasil pertanian lantas diberikan kepada tiga negara tersebut sebagai wujud bantuan. Pada saat itu, Jepang, Korea, dan Taiwan semuanya menderita kekurangan kelaparan dan ketiganya berada di bawah lingkup politik, ekonomi serta militer Amerika Serikat.

Menurut biografi Momofuku, pada suatu malam di musim dingin dia melihat antrean panjang di depan warung makan yang menjajakan ramen. “Wajah orang-orang yang sedang menyeruput ramen hangat terlihat senang. Orang Jepang amat suka mi. Melihat antrean di depan kios, Momofuku jadi ada keinginan besar yang bersembunyi di sana,” begitu tercantum dalam biografinya. Kejadian inilah yang membuat bayangan ramen jadi berkesan dalam benaknya.
Pada saat itu, kelebihan tepung terigu dukungan dari AS membuat pemerintah Jepang secara aktif mendorong warganya untuk mengkonsumsi roti. Namun, Momofuku secara terang-terangan mengkritik kebijakan tersebut, melihat nutrisi yang didapat dari roti.
Maka dari itu, pada 1957, Momofuku belanja mesin pembuat mi bekas, 18 kilogram tepung terigu, minyak goreng, dan bahan lainnya. Dengan modal tersebut, ia mobilisasi misi untuk menemukan cara supaya mi enteng dibuat di rumah.
Setahun kemudian, tepatnya pada 25 Agustus 1958, Momofuku berhasil menemukan dan memasarkan ramen instan pertama di dunia —Chikin Ramen. Tidak berhenti sampai di situ, penemuan wujud mi instan lain terhitung dikembangkannya pada tahun 1971, jadi sesuatu yang kita kenal bersama cup noodle (mi instan dalam cup).
Bekal astronaut dan museum mi instan di Jepang

Ditemukan puluhan tahun lalu tidak membuat kepopuleran mi instan memudar —malah menjadikannya suatu budaya kuliner populer dan pilihan penduduk di berbagai belahan dunia. Cara menyantap dan mengolah makanan ini terhitung semakin berkembang.
Tahukah kamu? mi instan Nissin ternyata dapat dinikmati mentah cuma bersama dilengkapi bersama taburan bumbunya. Beberapa orang menyukai wujud penyajian mi instan ini —karena diakui jadi lebih renyah supaya jadi lebih nikmat.
Dalam laman formal Nissin, perusahaan tersebut mengungkap kecuali cara menyantap itu safe saja untuk dilaksanakan karena dalam pembuatan mi sudah dimasak khususnya dahulu. Namun, kecuali kamu ragu, memasak adalah pilihan terbaik.
Selain ditemukan cara menyantap baru, kepopuleran dan kreasi Momofuku membuat mi instan jadi suatu budaya yang dapat menjangkau banyak orang. Dari dunia sains, Momofuku dulu membuat mi instan bersama versi yang lebih kecil untuk bekal seorang astronaut asal Jepang bernama Soichi Noguchi.

Lalu, sebagai wujud penghormatan pada Momofuku, Museum Cup Noodles dibangun di Jepang —terpajang aneka produk cup noodles di dunia. Sampai saat ini, masih banyak hal-hal menarik yang terus dikembangkan dalam usaha mi instan. Sebagai penemu, Nissin sesungguhnya memimpin segala inovasi unik yang kita tahu. Namun, tidak menutup mungkin masih banyak merk mi instan lain yang kreatif dan ikut mempromosikan makanan cepat saji ini sebagai budaya populer —salah satunya di Indonesia.

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *